Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Selain memiliki kekayaan alam, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah juga kental dengan kebudayaan. Itu mengingat Desa Rahtawu dikenal sebagai salah satu desa cikal bakal tanah Jawa.

Saat bulan Sura, bulan pertama dalam penanggalan Jawa, salah satu desa di puncak Gunung Muria ini selalu ramai dikunjungi. Adanya petilasan di sana menjadi daya tarik bagi wisatawan spiritual maupun sejarah.

”Rahtawu saat Suronan ini pengunjungnya bisa lebih dari sepuluh ribu, hal ini karena Rahtawu memiliki banyak Petilasan, mengingat Rahtawu ini sebagai salah satu desa cikal bakal tanah jawa berdiri,” ujar Randi Gita Setyoko, Budayawan Rahtawu.

Petilasan merupakan tempat yang pernah dijadikan persinggahan tokoh penting dalam masyarakat, termasuk Petilasan Soekarno. Tercatat 68 Petilasan yang ditemukan di Desa Rahtawu. Namun, hanya beberapa di antaranya yang selalu dikunjungi.

Berikut daftar petilasan di Desa Rahtawu yang ramai dikunjungi:

  1. Petilasan Eyang Sakri

Petilasan ini menjadi yang paling populer dikalangan pengunjung wisata spiritual Rahtawu. Hal ini dikarenakan petilasan eyang sakri merupakan petilasan yang pertama kali ditemukan di Rahtawu.

Menurut masyarakat setempat, Begawan Eyang Sakri adalah tokoh yang babad alas di Rahtawu. Ia dipercaya sebagai kakek dari Pandawa dan Kurawa, sekaligus tokoh berpengaruh di pewayangan Jawa.

Masuk ke dalam Petilasan, pengunjung akan menemukan tempat memanjang di bawah cerobong besar yang dipergunakan khusus untuk membakar dupa dan kemenyan. Setiap tahunnya Petilasan Eyang Sakri di kunjungi puluhan ribu pengunjung.

Petilasan Eyang Abiyasa

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini

Terpopuler