Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

  1. Petilasan Eyang Abiyasa

Petilasan ini terletak di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu yang merupakan daerah permukiman paling tinggi di Rahtawu. Untuk sampai di Petilasan ini pengunjung harus menempuh jarak 7 km dengan jalan kaki.

Searah dengan jalur tracking menuju Petilasan, pengunjung akan menemukan Petilasan Natas Angin, Sendang Keramat, dan Air terjun Kali Banteng.

Masyarakat meyakini Begawan Abiyasa pernah bertapa di Wukir Rahtawu tepatnya di Petilasan tersebut. Petilasan ini terkenal lantaran dalam pewayangan jawa, Begawan Abiyasa merupakan anak dari Begawan Palasara dengan Dewi Durgandini.

Namun, ia kemudian menggantikan ayah tirinya, Prabu Sentanu sebagai Raja Astina. Pada masa jabatannya dia dikenal sebagai raja yang mencintai rakyat. Dari sinilah masyarakat menghormati Begawan Abiyasa sebagai tokoh penting dalam silsilah tanah jawa.

  1. Petilasan Eyang Sang Hyang Wenang atau Sang Hyang Wening

Terletak di puncak 29, Petilasan ini menjadi salah satu destinasi yang harus ditempuh dengan berjalan kaki. Menurut masyarakat, area puncak 29 ini konon merupakan tempat bertapanya para Dewa.

Nama Sang Hyang sendiri berarti Dewa atau Tuhan dalam pewayangan jawa. Sang Hyang Wenang dan Sang Hyang Wening sering dianggap Batara Guru atau pemimpin Kahayangan Suralaya.

Dulunya petilasan ini hanya berupa padang ilalang dan hanya dapat dirasakan secara energi metafisik yang melambangkan puncak perjalanan spiritual manusia adalah suwung atau sepi.

Petilasan Gajah Mada

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini

Terpopuler