Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten – Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tak hanya dikenal memiliki destinasi wisata yang menawan. Khususnya keberadaan umbul atau mata air alami.

Jumlah umbul di Klaten ini luar biasa banyaknya. Tak heran jika Klaten ini mendapat julukan Kota 1.001 umbul

Selain wisata alam, Klaten ternyata juga punya tempat wisata kuliner yang perlu dicicipi saat jalan-jalan ke sana. Salah satunya adalah Angkringan Widoro.

Baca juga: Menikmati Toring, Kuliner Soto Garing Khas Klaten yang Rasanya Sedap Banget lho

Melansir dari laman klatenkab.go.id, tempat kuliner ini di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara. Angkringan Widoro menjadi alternatif wisata kuliner di batas kota sisi timur Klaten. Dengan mayoritas vanue berupa outdoor, Angkringan Widoro menghadirkan sensasi piknik di kebun belakang rumah.

Seperti layaknya pekarangan rumah di perdesaan, terdapat vanue yang cukup lapang selain bangunan joglo yang terbuka. Rindangnya pepohonan yang bertaut dahannya, menambah suasana teduh saat duduk-duduk di tempat kuliner tepat di belakang Pabrik Panili ini.

Namun, siapa sangka jika lahan yang digunakan Angkringan Widoro ini dulunya adalah tanah mangkrak yang dipenuhi ilalang. Manajer Angkringan Widoro, Edovani Pinandita mengatakan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi, lahan yang digunakan Angkringan Widoro merupakan tanah kas Desa Ketandan. Sejak 2019, tanah yang berada di dekat sendang Widoro ini disulap menjadi tempat kuliner yang teduh.

Angkringan Widoro hadir dengan tagline “Nguliner Neng Kebon” yang artinya menikmati kuliner di kebun. Walaupun mengambil nama angkringan, tapi menu yang dihadirkan relatif lengkap. Mulai dari kuliner nusantara, sensasi rasa western, korean, hingga chinese hadir tersaji di dapur Angkringan Widoro.

Soal harga, Edo menggaransi pengunjung tak perlu membawa dompet yang tebal untuk menikmati menu-menu yang disajikan.
”Makanan mulai 7.000-an dan paling mahal Rp 27.000 saja, itupun untuk menu paket komplit,” katanya.Lengkapnya menu yang dihadirkan, tidak mengherankan kalau Angkringan Widoro menjadi rujukan komunitas hingga keluarga buat berkuliner. Angkringan Widoro juga membidik pangsa generasi muda dengan turut menyajikan menu minuman kekinian.Pengelola juga menyajikan menu minuman yang menjadi favorit kekinian. Mulai dari milkshake sampai mocktail dengan harga yang bersahabat.Soal menu yang menjadi andalan, ada soto kebo atau soto dengan irisan daging kerbau khas Kudus merupakan menu yang paling sering dipesan dan jadi ciri khas Angkringan Widoro. Untuk minuman, wedang rempah-rempah hadir diurutan terdepan dan tidak kalah dengan minuman kekinian.Murahnya harga yang dipatok bukan tanpa alasan. Angkringan Widoro sengaja membidik segment pelanggan menengah ke bawah agar semua kalangan dapat menikmati menu yang nikmat tanpa khawatir harga yang mencekik.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: klatenkab.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini