Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Teh sangre ini istimewa. Di mana, proses pembuatannya tradisional, mulai dari pemetikan pucuk daun teh hingga pengeringan menggunakan alat tradisional bernama ”sangan” di atas tungku kayu bakar.

”Rasanya sedikit beraroma sangit, yang menjadi ciri khasnya,” jelas Junedi, dilansir dari laman Pemkab Magelang. 

Teh sangre juga disajikan unik. Di mana daun teh direbus dan disajikan dengan gula jawa yang dikunyah terpisah, bukan dicampur dengan teh. 

Saat cuaca cerah, wisatawan di Wana Mukti Siguede dapat menikmati keindahan puncak Gunung Sumbing, Pegunungan Menoreh, Gunung Merapi, Merbabu, hingga Gunung Ungaran. Dua Bukit Giyanti juga terlihat jelas, terutama saat matahari terbit dan terbenam. 

Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan proses pembuatan teh sangre secara langsung. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri, memperkenalkan kearifan lokal masyarakat lereng Gunung Sumbing. 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini

Terpopuler