Wisata di Empat Titik Nol Kilometer Indonesia, Ini Daya Tariknya
Dani Agus
Jumat, 14 April 2023 06:42:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Namun, titik nol kilometer mana yang sudah pernah dikunjungi? Barangkali pertanyaan ini bisa mengundang kebingungan.
Ya, hal ini sebenarnya cukup wajar. Pasalnya, titik nol kilometer di Indonesia ini ternyata ada beberapa tempat.
Baca juga: Mau Cari Wisata Seru di Kota Solo saat Akhir Pekan? Ini Rekomendasinya
Mungkin sebagian orang mengira kalau titik nol di Indonesia hanya ada di Sabang. Namun ternyata, ada banyak ”Titik Nol Kilometer” yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menariknya, hampir semua wilayah yang terdapat “Tugu Titik Nol” menyimpan daya tarik wisata tersendiri.
Melansir dari laman Kemenparekraf, Jumat (14/4/2023), titik nol kilometer selalu ditandai dengan monumen atau pal kecil. Keberadaan titik nol kilometer di beberapa daerah Indonesia biasanya sebagai patokan pengukuran jarak yang ada di kota hingga negara. Selain itu, titik nol kilometer juga berfungsi sebagai referensi pembangunan dalam suatu wilayah.
Bagi yang mau merasakan sensasi liburan yang berbeda, tidak ada salahnya mengunjungi beberapa destinasi wisata di sekitar titik nol kilometer Indonesia berikut ini:
1. Titik Nol Kilometer Nusantara
Salah satu titik nol kilometer terbaru ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pada 2022, pemerintah telah meresmikan monumen setinggi 50 cm sebagai penanda titik nol kilometer. Titik nol ini berada di Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Menjadi patokan infrastruktur pembangunan Ibu Kota baru Indonesia, tugu nol kilometer di Nusantara mulai ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan pembangunan IKN. Selain melihat tugu nol kilometer di Nusantara, Anda juga bisa menikmati udara segar dan memacu adrenalin di Bukit Bengkirai, Kutai Kartanegara.
Jika ingin melihat langsung budaya khas Dayak yang masih terjaga dengan baik, Anda bisa datang ke Desa Wisata Pampang di Kota Samarinda, atau dekat Bandara APT Pranoto. Di sini terdapat Rumah Adat Betang yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak Apokayan.
2. Titik Nol Kilometer Sabang
[caption id="attachment_373195" align="alignleft" width="1890"]
Foto: Titik nol kilometer Sabang (jadesta.kemenparekraf.go.id)[/caption]
Titik Nol Kilometer Merauke (detik.com)[/caption]Berada di ujung timur Indonesia, titik nol kilometer Merauke berdekatan dengan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Di titik nol kilometer ini Anda bisa menemukan monumen bertulisan ”0 Km Merauke-Sabang” yang cukup besar.Jika liburan ke Merauke, Anda harus menyempatkan berkunjung ke Monumen Kapsul Waktu yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo. Monumen ini berada di Alun-alun, Klp. Lima, Merauke. Monumen ini berisikan impian anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Impian ini ditulis pada 2015 dan akan dibuka pada 2085.Menariknya, Anda juga bisa melihat kanguru di Merauke, tepatnya di Taman Nasional Wasur yang berada di Kecamatan Sota, Merauke. Kerennya lagi, di area Taman Nasional ini juga dihuni empat suku asli, yakni Suku Kanume, Suku Yeinan, Suku Marori Menge, dan Suku Marind.4. Titik Nol Kilometer Yogyakarta[caption id="attachment_373197" align="alignleft" width="1890"]
Foto: Suasana di titik nol kilometer Yogyakarta (yogyes.com)[/caption]Kerap dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara, titik nol kilometer Yogyakarta tepat berada di tengah Kota Yogyakarta. Lokasi tugu titik nol kilometer Yogyakarta dikelilingi bangunan bersejarah yang bisa kita kunjungi saat liburan. Mulai dari Kantor Pos Indonesia, Gedung Agung, Monumen Serangan 1 Maret, Benteng Vredeburg, hingga Jalan Malioboro.Bagi Anda yang ingin mencari cenderamata khas Yogyakarta, bisa mengunjungi Teras Malioboro yang tak jauh dari titik nol. Ada banyak produk ekraf yang bisa dijadikan oleh-oleh. Mulai dari gelang, kerajinan perak, cincin, bakpia, hingga jamu tradisional.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



