Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusTahu, makanan yang sudah sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia, ternyata menyimpan fakta menarik di balik kandungan gizinya. Meski dikenal sebagai sumber protein nabati yang murah dan mudah diolah, tahu juga memiliki titik kritis menjadi tak halal.

Tahu bisa ditemui di hampir setiap sudut pasar hingga restoran. Jenis makanan ini telah menjadi pilihan utama lauk pauk masyarakat di Indonesia. Harganya yang terjangkau dan cara pengolahannya yang sederhana membuat tahu dapat diolah dalam berbagai varian masakan, mulai dari campuran dalam sayur, ditumis, hingga digoreng sebagai kudapan.

Selain rasanya yang lezat dan teksturnya yang kenyal, tahu juga menyimpan segudang manfaat. Terbuat dari kedelai, tahu mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, kalsium, serta rendah sodium, kolesterol, dan kalori.

Dilansir dari laman halalmui.org, Guru Besar IPB, Prof Dr Sedarnawati Yasni, menjelaskan, tahu merupakan alternatif sumber protein nabati yang sangat baik. Kedelai sebagai bahan baku tahu mengandung isoflavon, senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antimikroba, dan anti-inflamasi.

“Isoflavon terbukti membantu menurunkan risiko penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan,” jelas Prof. Sedarnawati, menjelaskan tentang manfaat tahu.

Mengutip jurnal Isoflavones: Anti-Inflammatory Benefit and Possible Caveats, isoflavon mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), meskipun tidak meningkatkan kolesterol baik (HDL). Selain itu, isoflavon juga bermanfaat dalam mengurangi gejala penuaan dini dan mencegah osteoporosis, terutama bagi lansia.

Pembuatan tahu pada dasarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan dalam skala industri rumah tangga. Kacang kedelai direndam selama 6 hingga 12 jam, lalu digiling hingga menjadi bubur halus dan disaring untuk diambil sarinya.

Bahan Pengumpal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini

Terpopuler