Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Everest, yang merupakan gunung tertinggi di dunia, kini semakin banyak didaki. Ratusan pendaki berhasil mencapai puncaknya, setiap tahunnya.

Semuanya berkat pengetahuan, teknologi dan infrastruktur yang saat ini telah disediakan banyak penyedia jasa ekspedisi Everest. Secara komersial, pendakian Everest saat ini adalah sebuah industri.

Banyak agen atau penyedia jasa ekspedisi yang memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mencapai pincaknya. Namun tentu saja semuanya tetap mengandung resiko dan biaya yang mahal.

Sebelum anda mendaki Everest ada baiknya anda mengetahui dahulu bagaimana profil gunung ini. Bagaimana jalur pendakiannya, akses masuk dan hal lain yang dibutuhkan.

Dikutip dari tulisan Freddie Wilkinson di National Geographic, berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mendakinya. Pengetahuan seperti harus diketahui untuk keselamatan pendakian.

Gunung Everest dikenal dalam bahasa Nepal sebagai Sagarmatha dan Chomolungma. Gunung ini posisi geografisnya berada di perbatasan Nepal dan Tibet, yang merupakan puncak dari rangkaian pegunungan Himalaya.

Di Everest ada banyak hal yang harus dihadapi. Mulai dari masalah ketinggiannya, longsoran salju, badai hujan es, dan bahaya lainnya. Meski terletak cukup dekat dengan Katulistiwa, gunung ini adalah beku.BACA JUGA: Asal Usul Nama Everest di HimalayaKetinggiannya adalah satu hal. Saat berada di ketinggian 8.849 meter, atau puncak Everest, tekanan udara hanya akan mencapai sepertiga. Sehingga oksigen di ketinggian ini akan tipis kadarnya.Batas ambang manusia bertahan tanpa alat bantu hanya ada di ketinggian 5.791 meter. Selebihnya manusia harus menggunakan peralatan penunjang.Oleh karenanya, peralatan mendaki Everest akan mencakup peralatan cadangan oksigen. Cuacanya yang dingin juga membutuhkan peralatan yang memadai.Penyesuaian tubuh pada ketinggian juga harus dilakukan lebih dulu. Berhari-hari seorang pendaki pemula harus melakukan aklimatisasi, sebelum naik ke bagian yang lebih tinggi.Begitulah, Everest!

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Travel Terkini

Terpopuler