Rabu, 21 Februari 2024

Penumpang Kereta Api Sengaja Turun Tak Sesuai Tiket, Sanksinya...

Zulkifli Fahmi
Selasa, 1 Agustus 2023 16:20:00
Ilustrasi Penumpang Kereta Api. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Semarang – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bakal lebih bersikap tegas pada penumpangnya. Terutama pada penumpang kereta api yang kedapatan berbuat curang.

PT KAI bakal memberikan sanksi pada penumpang kereta api yang sengaja turun melebihi relasi atau tujuan sesuai tiket yang dibelinya.

Misalnya, seseorang membeli tiket Kereta Maharani relasi Pasar Turi Surabaya-Poncol Semarang untuk turun di Stasiun Cepu. Tapi, seseorang itu justru turun Stasiun Tawang Semarang.

Tak tanggung-tanggung, sanksi yang diberikan yakni penumpang tersebut akan di-blacklist atau tidak diperkenankan naik kereta api untuk sementara waktu sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan ini mulau berlaku Kamis (3/8/2023).

’’Aturan ini diberlakukan demi kenyamanan bersama dalam tertib menggunakan transportasi kereta api. Ini sekaligus sebagai upaya pencegahan pelanggaran penumpang yang melebihi relasi dan dapat mengganggu kelancaran perjalanan kereta api,’’ kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8/2023).

Ixfan mengatakan, PT KAI selalu melakukan langkah pencegahan atas pelanggaran tersebut. Di mana, kondektur akan selalu mengumumkan melalui pengeras suara di dalam kereta api bahwa pelanggan wajib turun di stasiun tujuan sesuai dengan yang tertera di tiket.

’’Diumumkan pula, bagi pelanggan yang melebihi relasi yang tertera di tiketnya, akan dikenakan sanksi berupa denda atau tidak diperkenankan naik kereta api sementara waktu sesuai dengan aturan yang berlaku,’’ ujarnya.

Kondektur juga melakukan kegiatan pengecekan guna memastikan kenyamanan pelanggan dalam kurun waktu tertentu yang meliputi kesesuaian identitas, tempat duduk, nama kereta api, nomor kereta api, tanggal dan relasi tiket penumpang sesuai manifest apabila diperlukan.

’’Pengecekan tersebut dilakukan oleh kondektur melalui aplikasi Check Seat Passenger, sehingga dapat mengetahui identitas penumpang, tempat duduk, dan relasi tiket yang dibeli,’’ kata Ixfan.

Jika kondektur mendapati penumpang yang dengan sengaja melebihi relasi, maka kondektur menyampaikan kepada penumpang yang bersangkutan, bahwa secara aturan dikenakan sanksi berupa denda yang harus dibayar menggunakan uang tunai di kereta saat itu juga. Serta akan diturunkan pada stasiun kesempatan pertama.

Adapun besaran dendanya yaitu 2 kali dari harga tiket parsial subkelas terendah sesuai dengan kelas pelayanan yang dimiliki penumpang dari stasiun tujuan yang tertera pada tiketnya sampai dengan stasiun tempat penumpang diturunkan.

Bagi penumpang yang dengan sengaja melebihi relasi dan tidak dapat membayar di atas kereta api, maka penumpang tersebut tetap diturunkan pada stasiun kesempatan pertama, serta akan dijemput oleh petugas stasiun.

Petugas di stasiun akan mengantar penumpang tersebut ke loket untuk dilakukan pembayaran denda. KAI masih memberi waktu 1x24 jam sejak jadwal kedatangan KA tempat penumpang diturunkan untuk pembayaran denda.

Apabila dalam kurun 1x24 jam, penumpang tersebut tidak membayarkan dendanya, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan naik kereta api sementara waktu selama 90 hari kalender.

Sementara bagi penumpang yang tercatat lebih dari 3 kali melakukan pelanggaran atas tindakan melebihi relasi dari yang tertera di tiket, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan naik kereta api sementara waktu selama 180 hari kalender.

’’Aturan baru ini sebagai bagian komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi kereta api yang nyaman, aman, dan selamat,’’ tutur Ixfan.

Komentar

Travel Terkini