Rabu, 21 Februari 2024

Sambut Libur Nataru, Kemenparekraf Siapkan Langkah Mitigasi

Dani Agus
Selasa, 28 November 2023 20:41:00
Ilustrasi wisata saat hujan. (freepik.com)

Murianews, Jakarta – Langkah mitigasi disiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024. Persiapan ini dilakukan karena libur nataru diperkirakan akan berlangsung di tengah musim penghujan sehingga masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman.

Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi prosedur dan evaluasi kondisi destinasi wisata serta sentra ekonomi kreatif.

Kemenparekraf melalui Tim Manajemen Krisis juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengelola pariwisata terkait antisipasi terhadap perubahan cuaca yang cepat dan dinamis. Serta SOP manajemen krisis kepariwisataan agar seluruh pihak dapat mempersiapkan diri akan potensi bencana alam dan lingkungan baik banjir, longsor, dan lain sebagainya.

”Terutama di destinasi-destinasi harus menyediakan keselamatan tambahan untuk wisata air seperti pelampung atau alat penyelamat, dan juga peta yang jelas kepada para pengunjung untuk rute evakuasi,” kata Sandiaga, dilansir dari laman Kemenparekraf, Selasa (28/11/2023).

Kemenparekraf juga akan menerbitkan surat edaran dan imbauan bagi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mengutamakan keamanan dan keselamatan masyarakat ketika berwisata yang mengacu kepada SNI CHSE (Standar Nasional Indonesia Cleanliness, Healthy, Safety, Enviroment).

”Kita akan memastikan bahwa destinasi yang akan dikunjungi melakukan pengecekan prosedur, pengecekan infrastruktur, memastikan bahwa aman, nyaman dan menyenangkan dalam bingkai CHSE bisa kita hadirkan untuk para wisatawan,” kata Sandiaga.

Pada momentum libur Nataru 2023/2024, Sandiaga memprediksi akan ada sekitar 200 juta pergerakan wisatawan nusantara. Wisatawan mancanegara juga diproyeksi naik secara signifikan.

Komentar

Travel Terkini